Breaking News

Rekrutmen Panwascam Patut Dipertanyakan? Part I





Semenjak diumumkannya penerimaan panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan) oleh Panwaslu Kabupaten Garut, banyak warga Garut yang antusias mendaftarkan diri. Untuk bisa terpilih menjadi Panwascam, diwajibkan para peserta calon Panwascam mengikuti mekanisme penyaringan. Yakni seleksi administrative, tes tulis, dan tes wawancara.

Semua itu telah diatur dalam UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu. Namun, benar adanya tiap tahapan yang dilakukan oleh Panwas Kabupaten Garut benar-benar murni melaksanakan amanat UU tersebut?
Isu miring perekrutan pernah dilansir sebuah media cetak "Siasat Kota". Media tersebut melansir adanya kurang keterbukaan dalam pengumuman pembukaan pendaftaran. Saat berbincang dengan penulis, salah satu anggota Panwaslu Kabupaten Garut, Asep Nurzaman membantah hal tersebut. Menurutnya  Siasat Kota telah memberikan informasi yang tidak benar. "Pemberitahuan telah dilakukan di media cetak dan elektronik. Kata siapa tidak terbuka?"
Semenjak diumumkannya penerimaan panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan) oleh Panwaslu Kabupaten Garut, banyak warga Garut yang antusias mendaftarkan diri. Untuk bisa terpilih menjadi Panwascam, diwajibkan para peserta calon Panwascam mengikuti mekanisme penyaringan. Yakni seleksi administratif, tes tulis, dan tes wawancara.

Sebut saja Usep Wiwi, peserta pendaftar panwascam Cilawu kali ini angkat suara.  Dirinya mengatakan saat berkunjung di kediaman Suara Garut (11/8), "para peserta yang sudah lulus tes tulis terkesan tidak terbuka. Terbukti dengan tidak diumumkannya hasil nilai tes tulis. Bahkan saya sempat memposting ke Bawaslu untuk mempertanyakan tentang hasil tes tulis harus dipublikasikan seperti saat rekrutmen PPK" sore itu.

Mendengar Suara seperti itu, Saepullah yang juga anggota Panwaslu Kabupaten Garut balik bersuara. "Tidak benar kalau ada rekayasa dalam rekrutmen Panwascam. Semua telah sesuai mekanisme yang ada. Tidak benar juga kalau seorang anggota Panwaslukada mempunyai jatah untuk meloloskan seorang panwascam di tiap kecamatan", pengakuannya saat buka puasa bersama PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut.

Nah, sampai disini dulu tulisan yang mengkritisi masalah rekrutmen panwascam di wilayah Kabupaten Garut. Nantikan tulisan selanjutnya di Part II. Bagi rekan-rekan yang mau ikut bersuara silahkan berikan komentarnya guna sama-sama berperan aktif mengawal rekrutmen panwascam.////akusumawijaya>>>

Tidak ada komentar

Silah Komen di sini, masukan anda sangatlah berarti.