Breaking News

Motif Skenario Penganiayaan oleh Marbot Mesjid

Kriminal, garut, penganiayaan, penipuan, laporan palsu, uyu ruhiyana, pameungpeuk
Pencarian terkait berita "Motif Skenario Penganiayaan oleh Marbot Mesjid Agung Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat":
  • Berita terbaru dari Garut
  • Berita Virall
  • Laporan palsu uyu ruhiyana
  • Marbot Masjid
  • Mesjid Agung Pameungpeuk
  • Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
  • Kronologis penganiayaan marbot masjid, uyu ruhiyana
  • Kabar perkembangan kasus penganiayaan terhadap marbot mesjid
  • Skenario sang marbot mesjid demi keinginan membeli mesin potong rumput untuk anaknya
  • Polsek Pameungpeuk Garut
  • MUI Jawa Barat
  • Polda Jawa Barat 

AR News - Pada Rabu siang (28/02/2018) secara sekejap virall di medsos tersebar photo-photo yang dikabarkan seorang marbot mesjid agung Pameungpeuk Garut yang dianiaya oleh 5 (lima) orang tidak dikenal pada dini hari. Berikut photo-photo tersebut:
berita garut, pameungpeuk garut, kabar garut, penganiayaan ulama, Uyu Ruhiyana, marbot mesjid, korban penganiayaan

Uyu Ruhiyana, marbot mesjid, Ketua MUI, Pameungpeuk Garut Waktu Shubuh Ditemukan Uyu Ruhiyana Dalam Keadaan Terikat dan Pakaian Tercabik-cabik

Rabu (28/02/2018) saat memasuki waktu shubuh, jamaah mesjid agung Pameungpeuk terperanjt ketika memasuki mesjid, terdapati seorang lelaki paruh baya terbaring dengan kondisi tangan dan kaki terikat, mulut disumpal, kopeah (peci) dan baju tercabik-cabik. Lelaki paruh baya tersebut adalah Uyu Ruhiyana (56 tahun), seorang Marbot Masjid Agung Pameungpeuk.
 Uyu Ruhiyana, Puskesmas Pameungpeuk, kabupaten Garut, korban penganiayaan, berita garut 
Setelah dibukakan ikatan, Uyu mengaku bahwa dirinya didatangi oleh 5 (lima) orang yang tidak dikenal. "Mereka menanyakan rumah pak Hasan Basri (Ketua MUI Pameungpeuk). Karena tidak mau memberitahu kepada mereka, akhirnya kepala saya dipukul memakai kursi sampai patah. Kepala dan badan dibacok pakai golok, dada ditendang oleh para pelaku. Kemudian tangan dan kaki saya diikat", pengakuan Uyu menurut Kapolsek Pameungpeuk Kompol Rahmat Dasep.

Mengejutkan, Uyu Mengaku Semuanya Rekayasa Dikarenakan Keinginannya Membelikan Mesin Potong Rumput untuk Anaknya


tokoh Pameungpek, uyu ruhiyana, marbot mesjid, mesjid agung, pameungpeuk garut
Perkara kejadian yang menimpa Uyu sang marbot masjid Agung Pameungpeuk Garut seketika menjadi virall di media sosial. Bahkan kejadian tersebut dikaitkan dengan isu PKI sekarang ini yang sedang merebak. Dimana para ulama, kyai, dan ustadz menjadi incaran penganiayaan oleh PKI.

Berkenaan dengan isu yang lagi hangat dan tren saat ini, kasus penganiayaan Uyu menjadi perhatian Polda Jawa Barat.

Uyu Ruhiyana, Puskesmas Pameungpeuk, kabupaten Garut, korban penganiayaan, berita garutNamun sungguh mengejutkan, dari keterangan Direskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana bahwa kejadian penganiayaan marbot masjid, Uyu adalah laporan palsu.

Hasil analisa dan pemeriksaan pihak kepolisian tidak adanya fakta yang merujuk bahwa Uyu memang benar dianiaya oleh 5 orang tidak dikenal. Uyu menceritakan, bahwa dirinya dibacok oleh golok. Namun kenyataannya tidak sedikitpun luka bekas sabetan benda tajam di badannya. Hanya terlihat sobeknya kopeah dan bajunya.

Uyu Mempraktekan Bagaimana Dirinya Membuat Suasana Agar Terlihat Dianiaya dan Disekap

 Dari keterangan-keterangan dan penyelidikan polisi, Uyu sang Marbot Masjid diduga telah melakukan laporan palsu. Atas dugaan tersebut, Uyu diamankan Direskrimsus (Direktur Resort Kriminal Khusus) Polda Jawa Barat di jl. Soekarno - Hatta, Bandung (1/3/2018).

Reka Ulang Kejadian, Rekayasa penganiayaan, Marbut Masjid, uyu ruhyana, Skenario PengayaanHari itu juga, Polda Jawa Barat menggelar ulang perkara kejadian. Pada reka kejadian yang digelar di Mapolda Jawa Barat, Uyu memeragakan beberapa adegan. Pertama-tama dirinya menggunting baju koko dan kopeahnya agar terlihat seperti ditebas golok. Setelah itu, kopeah dan baju kokonya dipakainya kembali.

Adegan kedua, Uyu melepas bantalan kursi yang berada di dalam mesjid. Kursipun dibuat dalam keadaan terjatuh.

Adegan ketiga, dirinya membawa sorban berwarna merah kemudian diikatkan ke bagian wajahnya, sebagaimana tampak pada gambar di atas.Dengan maksud terlihat seperti sedang disekap.

Selanjutnya dalam adegan keempat, Kemudian Uyu mengambil mukena yang ada dalam masjid. Mukena ia ikatkan ke dua kakinya. Bagian kain mukena lain, ia gunakan untuk mengikat lengan. Ia membuat pola ikatan terlebih dahulu, lalu memasukan lengannya ke pola ikatan mukena dan memindahkan lengannya ke bagian belakang.

"Mungkin banyak yang mengira kalau saya ada yang bantu. Tetapi saya memang melakukannya sendiri," kata Uyu.

Uyu mengatakan perbuatannya ini didasari faktor ekonomi. Ia mengaku kepepet butuh dana untuk kebutuhan sehari-hari dan mewujudkan keinginan anaknya membeli mesin pemotong rumput.

"Saya butuh uang. Sejak semalam saya enggak bisa tidur. Sampai akhirnya timbul pikiran kotor melakukan tindakan yang tidak dibenarkan oleh pemerintah dan agama," tutur Uyu.



Tidak ada komentar

Silah Komen di sini, masukan anda sangatlah berarti.