Breaking News

Puisi Sukmawati Mendapat Sorotan Pemuda Muslim

Puisi Sukmawati Mendapat Sorotan Pemuda Muslim
M. Muhtadin Sabili, Ketum PB Pemuda Muslim
AR News Jakarta - Baru-baru ini, video pembacaan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' oleh Sukmawati Soekarno Putri ramai menjadi perbincangan publik. Hampir di tiap platform media sosial, video tersebut menjadi virall.

Menurut ketua umum PB (Pimpinan Besar) Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili, kehidupan sosial yang sehat dan demokratis, mensyaratkan penghargaan tinggi atas keragaman. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang beradab, dibangun di atas pengakuan atas pluralitas ras, warna kulit, etnis, agama, dan lain sebagainya. Ini berarti bahwa segala bentuk provokasi, hasutan ataupun hinaan terhadap segala aspek keragaman adalah hal yang tak bisa ditoleransi.

Salah satu tindakan yang masuk dalam kategori ini adalah hate speech (ujaran kebencian), baik itu berupa perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan. Ujaran kebencian ditengarai dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut.

"Puisi dengan judul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan dalam sebuah acara publik oleh Ibu Sukmawati Soekarno Putri diduga mengandung pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai bentuk ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu, yaitu umat Islam, sehingga bisa mencederai tenunan kebangsaan Indonesia yang disulam dari benang emas kebhinnekaan", terang Bili.

Menanggapi hal tersebut, Bili atas nama Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menerima permohonan maaf yang tulus dari ibu Sukmawati Soekarno Putri, berdasarkan prinsip ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah;
2. Mendorong agar proses hukum yang sementara berjalan untuk tetap dilanjutkan berdasarkan prinsip kepastian hukum dan keadilan;
3. Menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas sosial dengan mengedepankan prinsip saling menghargai sesama anak bangsa dan menghindari segala perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dapat menjurus pada ujaran kebencian.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk dan hidayahnya kepada kita semua", pungkas Bili. (AR News - Tim)

Tidak ada komentar

Silah Komen di sini, masukan anda sangatlah berarti.